Revolusi Industri 4.0 Dan Web 3.0

Belakangan ini penggunaan istilah industri 4.0 emang lagi hits banget di indonesia, Nggak tokoh nasional,nggak tokoh internasional nggak jarang ngomongin “Bersiaplah menyongsong industri 4.0", akan tetapi tidak sedikit masyarakat yang belum mengerti apa itu Industri 4.0 dan bagaimana dampak bagi perkembangan teknologi saat ini.

Revolusi Industri

Bicara soal perkembangan atau revolusi industri mungkin dari sebagian yang baca artikel ini udah pernah denger mengenai revolusi industri di inggris, biasanya sih lo bisa temuin ini di pelajaran sejarah, mungkin beberapa dari kalian ada yang bingung.  Kok udah industri 4.0 aja? pertama, kedua dan ketiganya nyelip dimana.

Setiap revolusi industri terjadi akibat dari perkembangan revolusi sebelumnya yang menjadi dasar. Perhatikan deh  jika kita runut ke belekang industri 1.0  adalah industri dimana  mulai ditemukannya mesin uap dalam proses produksi barang, industri 2.0 yang terjadi di awal abad ke-20. Saat itu, produksi memang sudah menggunakan mesin. Tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Namun, proses produksi di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern dalam satu hal: transportasi. Pengangkutan produk di dalam pabrik masih berat, sehingga macam-macam barang besar, seperti mobil, harus diproduksi dengan cara dirakit di satu tempat yang sama. Setelah mengganti tenaga otot dengan uap, lalu produksi paralel dengan serial, perubahan apa lagi yang bisa terjadi di dunia industri? Faktor berikutnya yang diganti adalah manusianya. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang, Revolusi industri 3.0 mengubahnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis: komputer dan robot.

Industry 4.0 dikenalkan pada Hannover Fair, 4-8 April 2011 oleh pemerintah Jerman, adanya ikut campur sebuah sistem cerdas digerakkan oleh data melalui teknologi machine learning dan AI dalam Industri.

Industri 4.0

Sebenarnya, campur tangan komputer sudah ikut dalam Industry 3.0. Kala itu, komputer dinilai sebagai ‘disruptive’, atau bisa diartikan sesuatu yang mampu menciptakan peluang pasar baru. Setelah dapat diterima, saat ini machine learning dan AI ada di tahap tersebut.

Secara singkat, Industry 4.0, pelaku industri membiarkan komputer saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain untuk akhirnya membuat keputusan tanpa keterlibatan manusia. Kombinasi dari sistem fisik-cyber, Internet of Things (IoT), dan Internet of Systems membuat Industry 4.0 menjadi mungkin, serta membuat pabrik pintar menjadi kenyataan.

Web 3.0

Lambat laun kebiasaan dan kebutuhan orang di dunia maya selalu berubah dan bertambah. Hal ini juga sejalan dengan semakin cepatnya akses internet broadband dan teknologi komputer yang semakin canggih. Jika pada telekomunikasi sudah era 4G, begitu juga yang terjadi pada dunia website yang juga memunculkan isu akan segera hadirnya era baru yaitu Web 3.0. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari perkembangan web sebelumnya, perkembangan web bisa di lihat disini.

Fitur web 3.0:

  • Web semantik Format mikro
  • Pencarian dalam bahasa pengguna
  • Penyimpanan data dalam jumlah besar
  • Pembelajaran lewat mesin
  • Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web

Pada era ketiga ini Web 3.0 berubah menjadi web “portabel personal”. Pada era ketiga ini web 3.0 memiliki teknologi RDF yang mengumpulkan metadata dari setiap penggunaan user. Teknologi yang tergolong sebagai teknologi Artificial Inteligence atau kecerdasan buatan ini menggunakan metadata yang telah dikumpulkan akan melakukan proses personalisasi dan kustomisasi sesuai dengan user. Oleh karena itu, pada era ketiga ini fokus sudah tidak lagi kepada komunitas tetapi langsung kepada individu. Pada era ketiga lifestream user merupakan sumber-sumber utama matadata yang diperoleh. Konten pada era ketiga tidak lagi konten bersama tapi konten dinamis yang di konsolidasi. Teknologi yang digunakan berubah dari XML, RSS menjadi web semantik. Perbedaan signifikan lainnya adalah era tagging pada 2.0 digantikan oleh user behavior. Metode viral, word to mouth yang menjadi unggulkan 2.0 digantikan dengan advertaiment di mana advertising dikemas dalam entertainment kecenderungan kesukaan user. Penghitungan juga berubah dari cost per click menjadi user engagement.(Strickland, 2007)

Inovasi

Perubahan era teknologi informasi menjai teknologi data diiringi dengan perkembangan industri dan platfrom web, membawa perubahan baru dimana sebuah platfrom dapat belajar dari data dengan pendekatan algoritma tertentu menjadikan sistem tersebut menjadi cerdas tanda campur tangan langsung manusia, pada era sekarang pendikumentasi laporan secara cloud sudah menjadi hal yang biasa perkembangan web 3.0 memungkinkan terjadinya banyak perubahan dalam pengelolaan laporan yang ter otomatisasi, kemampuan personalisasi akan memudahkan end user dalam melakukan surfing pada web terkait kombinasi artficial intelegence akan membuat kemampuan web semakin membaik melakukan cek pada setiap transaksi dan mengirimkan update secara real time tanpa harus mengunjung web setiap saat (Fitur RDF), kemampuan berbagi data public baik melali REST API atau WDDX membuat semua transaksi data terdistribusi secara aman dan dapat memperkecil terjadinya transaksi ilegal

About Author

Lucky Wirasakti wirasakti30@gmail.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa.

20 Awesome Colors